Menu Kebab MBG di Proppo Pamekasan Tuai Sorotan, P3MBG Madura Sebut Miskomunikasi Jadi Akar Persoalan

Faktualpost.com Polemik terkait menu kebab dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa MI Miftahul Ulum Panagguan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, mendapat perhatian serius dari Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura (P3MBG Madura).

Menyikapi munculnya kritik di tengah masyarakat, P3MBG Madura langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan kesesuaian menu yang disajikan dengan standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, P3MBG Madura menyimpulkan bahwa menu kebab yang dipersoalkan masih tergolong layak dan tidak ditemukan indikasi makanan bermasalah, seperti basi, busuk, maupun terkontaminasi.

Ketua P3MBG Madura, Muhri Andika, melalui Sekretaris Halili Mental, menjelaskan bahwa polemik yang berkembang lebih disebabkan oleh kurangnya sosialisasi mengenai jenis dan komposisi menu kepada pihak penerima manfaat, khususnya sekolah.

“Setelah kami berkoordinasi langsung dengan beberapa pihak, menu yang disajikan tergolong baik dan sesuai. Persoalan utamanya bukan pada kualitas makanan, melainkan adanya ketidaksepahaman atau miskomunikasi antara pihak SPPG dan penerima manfaat yang kemungkinan besar dipicu minimnya sosialisasi terkait menu,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Menurut Halili, menu kebab merupakan salah satu inovasi dalam penyajian makanan bergizi yang masih relatif baru bagi sebagian masyarakat Pamekasan. Kondisi tersebut memunculkan beragam persepsi dan pertanyaan mengenai kelayakan maupun kandungan gizinya.

P3MBG Madura juga menanggapi beredarnya video kritik terhadap menu kebab MBG di media sosial. Menurut mereka, kritik dari masyarakat merupakan bentuk kontrol sosial yang wajar dalam mengawal pelaksanaan program nasional tersebut.

Meski demikian, P3MBG Madura menilai momentum ini harus dijadikan bahan evaluasi agar sosialisasi kepada sekolah, siswa, orang tua, dan penerima manfaat lainnya dapat dilakukan secara lebih masif dan terstruktur.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Bersama BTP Tingkatkan Kesiapan Angkutan Nataru 2025/2026 Melalui Rampcheck Sarana dan Fasilitas

“Kami tidak menyalahkan pihak yang mengunggah video kritik tersebut. Justru ini menjadi bahan evaluasi bersama. Yang perlu diperkuat adalah sosialisasi kepada sekolah dan penerima manfaat, karena menu kebab ini masih tergolong baru di kalangan masyarakat Pamekasan,” lanjutnya.

Sebagai bentuk evaluasi, P3MBG Madura meminta seluruh SPPG agar lebih mengedepankan komunikasi dan sosialisasi kepada lembaga pendidikan sebelum menu baru didistribusikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan polemik dan merugikan berbagai pihak.

P3MBG Madura berharap seluruh pihak dapat mengedepankan klarifikasi dan komunikasi yang konstruktif sebelum menarik kesimpulan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan pemahaman yang utuh mengenai variasi menu dan standar gizi yang diterapkan, program pemerintah tersebut diharapkan dapat terus berjalan optimal dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui serta memperoleh dukungan yang lebih luas dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *