Haji Her Tegaskan Komitmen Perjuangkan Harga dan Kesejahteraan Petani Tembakau Madura

Faktualpost.com Menjelang musim panen tembakau 2026, CEO Bawang Mas Group, Haji Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Her, kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk terus siap berpihak kepada petani tembakau di Kabupaten Pamekasan dan wilayah Madura secara umum.

Haji Her menilai keberhasilan industri tembakau tidak dapat dipisahkan dari peran para petani. Oleh karena itu, Bawang Mas Group akan terus berupaya mendorong agar petani memperoleh hasil yang layak dari jerih payah mereka selama satu musim tanam.

“Kesejahteraan para petani tembakau di Pamekasan akan terus kami perjuangkan agar mereka bisa menikmati hasil panen yang sepadan,” kata Haji Her usai menghadiri pembukaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gedung Bakorwil IV Madura, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga :  Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Pastikan Mobilitas dan Air Bersih Terjaga

Mengenai harga pembelian tembakau musim ini, Haji Her menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang dapat diumumkan kepada masyarakat. Penetapan harga masih menunggu hasil koordinasi dengan berbagai pihak serta mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Kami masih berkoordinasi dan mengikuti regulasi serta acuan harga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Sementara itu, kebutuhan penyerapan tembakau oleh gudang Bawang Mas Group juga masih dalam tahap penghitungan. Menurut Haji Her, tim perusahaan sedang melakukan evaluasi untuk menentukan kapasitas pembelian yang akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Ia menjelaskan, proses evaluasi tersebut bertujuan agar penyerapan hasil panen petani dapat dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran. Dengan demikian, perusahaan berharap kehadirannya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani tembakau di Madura.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026

“Langkah ini kami lakukan agar penyerapan hasil panen masyarakat dapat berjalan lancar, adil, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para petani lokal di Madura,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *