Krakatau Steel dan Unhan Bahas Kemandirian Industri di Tengah Tantangan Global

Faktualpost.com PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara industri strategis nasional dengan dunia akademik sebagai langkah nyata membangun kemandirian industri dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam agenda industry visit dan kuliah umum bertajuk “Kuliah Kerja Dalam Negeri” bersama civitas akademika Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Cilegon pada hari ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran wawasan antara industri dan perguruan tinggi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi nasional yang mampu menjawab tantangan geopolitik, ketahanan rantai pasok, hingga penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Industri Baja Jadi Fondasi Kemandirian Pertahanan

Direktur Infrastruktur dan Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menegaskan bahwa industri baja memiliki posisi fundamental dalam mendukung ketahanan dan kemandirian bangsa, termasuk dalam menopang industri pertahanan nasional.

Baca Juga :  Kementerian PU Genjot 43 Pembangunan Jembatan Gantung Senilai Rp 246,36 Miliar

“Penguatan industri baja nasional tidak dapat dilakukan sendiri oleh sektor industri, melainkan membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi melalui pengembangan riset, inovasi teknologi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelas Sidik.

Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel Group juga membuka ruang kolaborasi riset dan pengembangan dengan dunia akademik guna memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah tekanan global, guna memperkuat ekosistem industri strategis nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.

Kolaborasi Akademik dan Industri Dinilai Semakin Krusial

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya orkestrasi seluruh komponen bangsa, termasuk akademisi, industri strategis, pemerintah, dan unsur pertahanan dalam membangun ketahanan wilayah dan kemandirian nasional.

“Industri baja nasional memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem pertahanan dan ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat teori, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui pengembangan riset terapan dan inovasi berbasis kebutuhan nasional,” jelasnya.

Baca Juga :  Jejak Hilirisasi Bernilai Tambah, MIND ID Menayangkan Perdana Film The MINDJourney

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dengan industri dinilai semakin penting dalam menciptakan talenta unggul yang memahami keterkaitan antara teknologi, industri, geopolitik, dan kepentingan strategis negara.

Sejalan dengan Asta Cita

Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *