Tangani Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kementerian PU Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat

Faktualpost.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera secara simultan, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak 25 November 2025, Kementerian PU secara bertahap telah memobilisasi sumber daya berupa alat berat, pompa air, bahan penanganan banjir, hingga ratusan personel teknis ke seluruh lokasi terdampak demi memulihkan akses infrastruktur vital dan pelayanan publik.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana skala luas ini menuntut kolaborasi penuh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis, termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Menteri Dody.

Kementerian PU terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor

Sejak laporan bencana diterima pada hari pertama, seluruh unit teknis balai Kementerian PU di tiga provinsi tersebut langsung bergerak. Fokus utama penanganan meliputi pembukaan akses jalan nasional yang tertutup longsor, pengendalian genangan banjir, serta penyaluran sarana air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi.

Upaya tanggap darurat diperkuat dengan pendirian posko siaga bencana dan koordinasi intensif antara balai teknis Kementerian PU dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah setempat.

Baca Juga :  PWI Pamekasan Gelar Raker 2025-2028, Bahas KEK Tembakau-Garam dan Bentuk Timsus

Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menyiagakan total 43 unit alat utama yang terdiri dari alat berat, 30 pompa alkon, dan satu speedboat. Hingga 27 November, tercatat 20 unit alat berat telah beroperasi di lapangan untuk membersihkan sedimen dan membuka akses jalan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I secara spesifik menurunkan excavator untuk mengeruk sedimen pada saluran pembuangan di Kabupaten Aceh Utara serta mengoptimalkan operasi pintu air pasang surut guna mempercepat surutnya genangan.

Untuk wilayah Sumatera Utara, Kementerian PU mengerahkan 75 unit alat utama, mencakup 58 alat berat, 10 pompa alkon, dua mobil pickup, serta perahu karet. Sebanyak 21 unit alat berat telah diterjunkan lebih awal untuk menanggulangi titik kritis.

Di Sumatera Utara ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II bekerja cepat membersihkan sedimen sisa banjir bandang dan membuka jalur yang terisolasi. Penanganan diprioritaskan pada longsor besar yang memutus jalur Tarutung–Sibolga, banjir di kawasan Barus dan Pangkalan Susu, serta perbaikan jembatan yang rusak. Hal ini menjadi prioritas karena sebagian ruas jalan nasional belum dapat dilalui kendaraan akibat tingginya tumpukan material longsor.

Baca Juga :  Akhir Pelarian Pengusaha Timah, Polda Metro Ringkus Buron Kasus Penggelapan 2 Juta Dolar Haksono Santoso

Sementara itu di Provinsi Sumatera Barat, Kementerian PU memprioritaskan penanganan bencana dengan menyiagakan 63 unit alat utama, termasuk 39 alat berat, satu rumah pompa, delapan pompa alkon, serta armada pendukung seperti mobil tangki air. Hingga 27 November, 15 alat berat telah diturunkan untuk menangani longsor beruntun di jalur Lubuk Selasih–Surian, pembersihan sedimen di Intake PDAM Padang, dan normalisasi Batang Malalo di Tanah Datar.

Sebagai langkah mitigasi lanjutan, BWS Sumatera V telah mendistribusikan 10.800 geobag dan 1.481 bronjong kawat ke Solok dan Tanah Datar untuk memperkuat stabilitas tebing dan penanganan banjir.

Selain alat berat, percepatan penanganan bencana didukung oleh pengerahan ratusan personel tanggap darurat yang tersebar di tiga provinsi. Total sebanyak 310 personel diterjunkan dengan rincian: 121 personel di Aceh, 85 personel di Sumatera Utara, dan 104 personel di Sumatera Barat.

Kementerian PU terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor

Seluruh personel tanggap darurat ini bergerak aktif melakukan upaya pembukaan akses jalan, pembersihan material longsor, serta pemulihan infrastruktur dasar. Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya akan terus digerakkan secara maksimal untuk melindungi keselamatan masyarakat serta mengembalikan fungsi infrastruktur di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *