Telkom AI Center Aceh Kenalkan Implementasi Agentic AI bagi Praktisi dan Akademisi

Faktualpost.com – Telkom AI Center of Excellence sukses menyelenggarakan “Technical Workshop Agentic AI” secara hybrid, dihadiri oleh 70 peserta secara offline dan 48 peserta secara online melalui Zoom. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem digital Aceh sekaligus memperkenalkan konsep dan implementasi Agentic AI dalam berbagai sektor industri.

Workshop dipimpin oleh Boy Kurniawan, AI Engineer dari Inforsys, yang menjelaskan perbedaan mendasar antara sistem AI konvensional dengan Agen AI yang lebih adaptif. Fokus utama diskusi adalah penerapan nyata Agentic AI dalam bidang dukungan pelanggan (customer support), pembuatan konten kreatif, hingga analisis data kompleks.

“Kami menekankan bahwa Agen AI adalah mitra produktivitas, namun kendali tetap berada di tangan manusia. Sistem pemantauan dan kontrol yang ketat sangat diperlukan untuk mencegah tindakan sistem yang tidak sah atau erosi kualitas data,” ujar Boy dalam sesi teknis.

Baca Juga :  El Rumi Resmi Nikahi Syifa Hadju, Ijab Kabul Sekali Ucap Berlangsung Khidmat

Boy Kurniawan juga mengingatkan risiko “halusinasi AI” dan pentingnya validasi manusia untuk menjaga akurasi serta keamanan data.

Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang workshop berlangsung. Berbagai pertanyaan kritis hingga pengalaman pribadi peserta mewarnai sesi diskusi. Salah satunya disampaikan TM Alif, mahasiswa Universitas Syiah Kuala, yang menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan praktis yang belum banyak diperoleh di bangku kuliah.

“Workshop ini sangat bermanfaat karena membahas perkembangan teknologi secara lebih mendalam dan aplikatif. Materi seperti ini jarang kami dapatkan secara detail di kampus, sehingga membuka perspektif baru bagi mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar Alif.

Ia juga menyoroti tantangan persaingan kerja di era digital yang kini semakin ketat seiring berkembangnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan teknologi agar tetap relevan di dunia profesional.

Baca Juga :  Dirut KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Sementara itu, Hafizh Rizki dari UIN Ar Raniry menambahkan, “Bagus bila workshop seperti ini bisa dilakukan dua minggu sekali, dengan segmen yang berbeda. Sekali-kali technical, juga bisa untuk kalangan non-teknis, sehingga ilmunya bermanfaat lebih luas,” ungkapnya.

Melihat antusiasme tinggi, Telkom AI Center Aceh berencana menyelenggarakan workshop lanjutan setiap dua minggu dengan format lebih tersegmentasi, menyasar pengembang profesional, mahasiswa, hingga pekerja lepasan (gig workers).

“Kami ingin membangun komunitas AI yang berkelanjutan di Aceh. Bukan sekadar seminar, ini adalah langkah nyata dalam berbagi pengetahuan, pelatihan, hingga akses etika AI di berbagai sektor seperti pendidikan, bisnis, ekonomi kreatif, hingga seni budaya,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *