Faktualpost.com – Desakan penindakan terhadap usaha rokok ilegal merek Marbol yang diduga milik Haji Bulla, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, menjadi tuntutan utama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Pamekasan saat menggelar demonstrasi di Kantor Bea Cukai Madura, Rabu (14/10/2026).
Koordinator aksi Aliansi BEM se-Kabupaten Pamekasan, Juna, melayangkan desakan keras kepada Bea Cukai Madura agar segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran cukai dalam peredaran dan produksi rokok ilegal merek Marbol. Juna juga meminta aparat memberikan sanksi sesuai ketentuan hukum.
“Rokok ilegal merek Marbol sudah jelas beredar secara terang-terangan. Kok terkesan dibiarkan. Kami kecewa terhadap kinerja Bea Cukai Madura,” tegas Juna.
Dalam orasinya, Juna menekankan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap pelaku usaha rokok ilegal. Menurutnya, seluruh dugaan pelanggaran harus diperiksa dan ditindak.
“Apa pun yang terjadi, sesuai UU Nomor 39 Tahun 2007, rokok ilegal itu dilarang. Kita tidak boleh tebang pilih. Semua rokok ilegal yang mengakar di Pamekasan, bila perlu, hapus semuanya, Bea Cukai Madura jangan tutup mata,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, Aliansi BEM se-Kabupaten Pamekasan mendesak Bea Cukai Madura membuktikan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Mahasiswa menuntut langkah nyata, bukan sekadar pengawasan dan pernyataan, agar penegakan hukum berjalan konsisten serta tidak berhenti pada kasus-kasus tertentu.
Pimpinan Bea Cukai Belum Beri Klarifikasi
Di tengah tuntutan mahasiswa, belum adanya keterangan langsung dari pimpinan Bea Cukai Madura menjadi sorotan tersendiri. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai tuntutan demonstran maupun langkah penanganan terhadap persoalan yang mereka ungkapkan.
Petugas keamanan Kantor Bea Cukai Madura, Fauzi, menyampaikan bahwa pimpinan dan pejabat yang menangani penindakan belum dapat ditemui karena sedang mengikuti rapat internal.
“Mohon maaf, pimpinan dan pejabat penindakan belum bisa ditemui saat ini karena sedang ada rapat internal di dalam,” kata Fauzi saat mendampingi wartawan yang hendak meminta klarifikasi.






