Kandang Kambing di Madiun Terbakar, Api Sulit Dijinakkan Diduga Dipicu Gas Metana

Faktualpost.com Kebakaran melanda sebuah kandang kambing milik warga di Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis dini hari (27/8/2026). Kobaran api sempat sulit dikendalikan karena diduga dipicu gas metana yang berasal dari tumpukan kotoran hewan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pemilik kandang, Supardi (47), saat itu sedang tertidur bersama dua anggota keluarganya di rumah induk yang berada tidak jauh dari kandang.

Supardi terbangun setelah mendengar suara gemeretak kayu terbakar disusul suara genting berjatuhan. Saat memeriksa bagian belakang rumah, dia mendapati kandang miliknya sudah dipenuhi kobaran api.

Melihat kondisi tersebut, Supardi langsung berupaya menyelamatkan hewan peliharaannya dengan melepas sejumlah kambing dari kandang. Ia kemudian meminta pertolongan kepada tetangga untuk membantu mengatasi kebakaran.

Baca Juga :  Excavator Nongol di Lokasi Tambang Ilegal Lokosina, KPH Telusuri Pemodal dan Pengawasan Konsesi

Warga yang berdatangan bersama personel Taruna Tanggap Bencana (Tagana) berusaha melakukan pemadaman. Namun, api justru semakin membesar dan tidak mudah ditundukkan.

Personel Tagana, Bambang Tamtomo, menduga kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan gas metana yang terbentuk dari proses pembusukan kotoran hewan.

“Ya, diperkirakan karena adanya campuran gas metana, sehingga api harus dipadamkan secara bertahap,” ujar Bambang.

Gas metana (CH4) diketahui merupakan gas yang mudah terbakar dan dapat terbentuk dari proses dekomposisi anaerobik bahan organik, termasuk kotoran hewan.

Tak lama kemudian, armada pemadam kebakaran Kabupaten Madiun tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penanganan agar api tidak merembet ke rumah induk yang dihuni Supardi dan keluarganya.

Baca Juga :  India Dorong Aliansi Global untuk Lindungi Kucing Besar Dunia lewat IBCA Summit 2026

Sementara penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik di area kandang.

Setelah dilakukan pemadaman bersama oleh petugas Damkar, Tagana, aparat desa dan warga, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Supardi mengaku masih berada di dalam rumah ketika kebakaran pertama kali diketahui.

“Waktu itu saya tidur di kamar rumah. Saya terbangun karena mendengar seperti ledakan kayu yang terbakar. Juga suara genting yang berjatuhan. Waktu saya ke belakang, ternyata api sudah berkobar,” tuturnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Fasilitas umum juga tidak terdampak. Namun, kandang milik Supardi mengalami kerusakan dengan nilai kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *